Kasan Abdullah Tawarkan Tata Kelola Desa Terbuka: “Anggaran Itu Uang Rakyat”
Bekasi, bintang-save.com — Bakal Calon Kepala Desa Setiamekar periode 2026–2034, Kasan Abdullah, S.Sos., M.M., mulai memaparkan gagasan perubahan yang akan dibawanya jika mendapat amanah memimpin Desa Setiamekar.
Dalam dialog interaktif bersama warga RW 012 Perumahan Bekasi Timur Permai (BTP), Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (9/8/2026), Kasan menegaskan pentingnya perubahan tata kelola pemerintahan desa yang lebih transparan, terbuka dan akuntabel.
Dialog yang mengusung tema “Bersama Dalam Perubahan” tersebut berlangsung di Sarana Olahraga Perumahan Bekasi Timur Permai. Kegiatan dihadiri jajaran tim pemenangan serta sejumlah warga yang turut menyampaikan aspirasi dan masukan terkait kondisi Desa Setiamekar.
Salah satu isu yang mendapat perhatian Kasan adalah transparansi pengelolaan anggaran desa. Menurutnya, masyarakat harus ditempatkan bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga memiliki hak untuk mengetahui dan mengawal bagaimana anggaran desa digunakan.
“Transparansi anggaran menjadi penting bagi kita, karena anggaran tersebut merupakan uang rakyat yang harus dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana anggaran desa dikelola, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga hasil pembangunan,” ujar Kasan.
Ia menilai keterbukaan anggaran bukan sekadar persoalan administrasi pemerintahan. Transparansi, kata dia, harus menjadi instrumen agar masyarakat dapat ikut memastikan pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat nyata.
“Dengan keterbukaan, kita bisa bersama-sama mengawal pembangunan agar tepat sasaran dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” sambungnya.
Selain persoalan anggaran, Kasan juga menyoroti kualitas pelayanan publik di tingkat desa. Ia menginginkan pelayanan administrasi masyarakat tidak lagi identik dengan proses panjang dan berbelit.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk menciptakan pelayanan yang lebih cepat, mudah dan efisien.
“Pelayanan publik tidak harus berbelit-belit, karena biasanya kalau berbelit berharap sesuatu. Oleh karena itu, ke depannya harus cepat dan mudah dengan berbasis digital,” tegas Kasan.
Gagasan digitalisasi tersebut, menurut Kasan, merupakan bagian dari upaya membangun pemerintahan desa yang lebih modern sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan.
Kasan juga memberikan perhatian terhadap keberadaan generasi muda di Desa Setiamekar. Ia menilai potensi, kreativitas dan gagasan anak muda perlu mendapatkan ruang yang lebih besar dalam pembangunan desa.
Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah penguatan peran Karang Taruna sebagai wadah bagi pemuda untuk berorganisasi, menyampaikan aspirasi dan mengembangkan berbagai kegiatan produktif.
“Ke depannya, kita akan giatkan Karang Taruna yang menjadi wadah pemuda untuk lebih baik lagi dalam menyalurkan aspirasi, berkreativitas dan mengembangkan ide,” ungkapnya.
Menurut Kasan, pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah desa. Kolaborasi dengan masyarakat, termasuk generasi muda, diperlukan agar berbagai potensi yang ada di Desa Setiamekar dapat dikembangkan secara maksimal.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Kasan Abdullah, Maman Fathoni, mengatakan dialog bersama warga merupakan bagian dari agenda konsolidasi sekaligus upaya menyerap aspirasi masyarakat setelah Kasan mendaftarkan diri sebagai bakal calon kepala desa.
Menurut Maman, agenda pertemuan dengan masyarakat dilakukan secara berkelanjutan di sejumlah wilayah Desa Setiamekar.
“Alhamdulillah, kegiatan marathon ini bisa kami laksanakan. Kemarin malam beberapa RW sudah mendeklarasikan dukungannya, antara lain RW 01 yang dihadiri lima RT, kemudian di Perum Papan Mas yang dihadiri tiga RW, yaitu RW 06, RW 07, dan RW 09. Hari ini kita berada di Perum BTP RW 12,” kata Maman.
Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir dalam setiap agenda dialog. Menurutnya, pertemuan langsung dengan warga memberikan kesempatan bagi tim untuk mendengar persoalan di lapangan sekaligus menjelaskan gagasan yang ditawarkan Kasan Abdullah.
“Antusiasme masyarakat sangat baik. Kami berterima kasih kepada warga yang telah hadir dan memberikan ruang untuk berdialog. Bagi kami, ini bukan hanya soal dukungan, tetapi bagaimana gagasan dan aspirasi masyarakat bisa kami dengarkan,” ujarnya.
Maman memastikan komunikasi dengan masyarakat akan terus dilakukan di berbagai wilayah Desa Setiamekar. Ia juga mengajak seluruh pihak menjaga suasana tetap kondusif dan mengedepankan persatuan selama tahapan Pilkades berlangsung.
Dialog di RW 012 tersebut ditutup dengan penyampaian aspirasi dan masukan dari warga.
Pertemuan itu menjadi salah satu rangkaian komunikasi politik Kasan Abdullah menjelang Pilkades Setiamekar periode 2026–2034. Di tengah dinamika pencalonan yang mulai menghangat, Kasan membawa sejumlah isu yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari transparansi anggaran, pelayanan publik berbasis digital hingga penguatan peran pemuda.
Gagasan tersebut kini menjadi bagian dari tawaran politik Kasan kepada masyarakat Setiamekar. Pada akhirnya, warga akan menentukan apakah konsep perubahan tata kelola yang ditawarkan tersebut sesuai dengan harapan mereka terhadap masa depan Desa Setiamekar. (Red)
0 Komen