post image

Gelar Deklarasi Akbar dan Doa Bersama di Sumberjaya, Dukungan ke H. Dulloh Syafe’i Menguat

  • Administrator
  • 09 Agt 2026
  • Politik
  • 64 Lihat

Bekasi, bintang-save.com — Peta persaingan menuju Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sumberjaya 2026 mulai menghangat. Tim pemenangan bakal calon Kepala Desa Sumberjaya periode 2026-2034, H. Dulloh Syafe’i, menggelar Deklarasi Akbar dan Doa Bersama di Lapangan RW 032, Perum Griya Asri 2, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (9/8/2026) pagi.

Dalam deklarasi tersebut, tim pemenangan mengklaim dukungan terhadap H. Dulloh Syafe’i telah menyebar ke sebagian besar wilayah Desa Sumberjaya. Ketua Tim Pemenangan, Nanang Kosim, menyebut sebanyak 42 dari 58 RW disebut telah masuk dalam barisan pendukung.

“Alhamdulillah, saat ini 42 RW dari 58 RW sudah masuk ke dalam barisan kita,” ujar Nanang di hadapan para pendukung.

Angka tersebut menjadi salah satu penegasan tim untuk menunjukkan kekuatan jaringan dukungan H. Dulloh Syafe’i menjelang hari pemungutan suara yang dijadwalkan pada 20 September 2026.

Namun, Nanang menegaskan kontestasi Pilkades tidak boleh berubah menjadi ajang perpecahan antarwarga. Ia meminta seluruh pendukung tetap menjaga suasana demokrasi agar berjalan sehat dan bermartabat.

“Gunakan hak pilih, jangan berdiam diri. Kalau hari ini kita berdiam diri, bagaimana Sumberjaya bisa maju,” katanya.

Menurut Nanang, pencalonan H. Dulloh Syafe’i membawa semangat perubahan dengan menekankan keterbukaan, keadilan, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Hari ini kita ciptakan perubahan, kita rangkul semua elemen. Jangan ada pengkotak-kotakan. Ada transparansi dan keadilan dalam menjalankan program,” tegasnya.

Dengan waktu menuju pemungutan suara yang semakin dekat, Nanang meminta seluruh jaringan pemenangan tidak berhenti pada deklarasi. Sosialisasi visi, misi dan program H. Dulloh Syafe’i harus terus dilakukan hingga ke tingkat masyarakat.

Ia mengatakan tim akan memanfaatkan sisa waktu dengan menyambangi berbagai titik dan simpul pendukung.

“Dengan waktu yang singkat ini, tolong sosialisasikan program, visi dan misi Bang Doel. Tinggal beberapa waktu lagi menuju 20 September. Dari waktu yang tersisa pun kami akan usahakan menyambangi satu per satu titik-titik atau simpul pendukung,” ujarnya.

Di tengah persaingan politik desa, Nanang juga mengingatkan para pendukung agar tidak mudah terprovokasi maupun terpecah oleh perbedaan pilihan.

“Jaga kondusivitas, jangan mau dipecah belah. Ciptakan demokrasi yang santun dan bijak,” katanya.

Sementara itu, H. Dulloh Syafe’i menyampaikan alasan dirinya maju dalam kontestasi Pilkades Sumberjaya. Ia menegaskan pencalonannya bukan semata-mata untuk mengejar jabatan, melainkan karena dorongan untuk membangun daerah kelahirannya.

“Sumberjaya ini butuh perubahan. Saya mencalonkan diri bukan karena gila jabatan. Bukan. Tapi karena panggilan sebagai putra daerah, orang asli Sumberjaya yang ingin membangun daerahnya, membangun tempat kelahirannya,” kata Dulloh.

Ia juga menegaskan bahwa apabila nantinya dipercaya menjadi kepala desa, tidak akan ada pengkotak-kotakan masyarakat berdasarkan pilihan politik.

Menurutnya, jabatan kepala desa merupakan amanah untuk seluruh warga, bukan hanya bagi mereka yang memberikan dukungan saat Pilkades.

“Kalau saya menjabat, saya akan merangkul semua pihak. Saya tidak akan mengkotak-kotakkan golongan, karena setelah menjabat, H. Dulloh Syafe’i adalah semua warga Sumberjaya,” tegasnya.

Dulloh kemudian meminta masyarakat memberikan doa dan dukungan terhadap pencalonannya.

“Mohon doa dan dukungan saudara-saudara sekalian. Jangan lupa, tanggal 20 September 2026, pilih dan coblos H. Dulloh Syafe’i,” ujarnya.

Ketua Panitia Deklarasi, Aldy Rustam, menyebut konsolidasi dukungan masih terus dilakukan. Ia menilai jaringan RT dan RW memiliki peran penting dalam mengawal dukungan hingga hari pemungutan suara.

“Tugas kita masih panjang. Maka tugas ketua RT/RW sangat penting untuk kita memenangkan H. Dulloh Syafe’i,” kata Aldy.

Ia menyebut dukungan terhadap Dulloh tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah. Menurutnya, konsolidasi telah menjangkau Dusun 1, Dusun 2 hingga Dusun 3.

“Alhamdulillah, baik di Dusun 1, Dusun 2 dan Dusun 3 sudah merapat menjadi barisan pendukung H. Dulloh Syafe’i,” ujarnya.

Deklarasi Akbar tersebut ditutup dengan doa bersama dan tausiah yang disampaikan H. Nanang Zulkarnaen.

Dalam doanya, Nanang Zulkarnaen berharap H. Dulloh Syafe’i apabila nantinya diberikan amanah memimpin Desa Sumberjaya, mampu bekerja sepenuh hati untuk kepentingan masyarakat.

Ia juga mendoakan agar Dulloh diberikan kekuatan untuk tetap istiqamah dalam kejujuran, keteguhan, serta mampu menjalankan amanah sebagai pemimpin.

Deklarasi tersebut sekaligus menjadi panggung konsolidasi bagi tim dan pendukung H. Dulloh Syafe’i untuk memperkuat jaringan menjelang Pilkades Sumberjaya pada 20 September 2026.

Dengan klaim dukungan 42 dari 58 RW, pertarungan menuju kursi Kepala Desa Sumberjaya kini semakin menarik untuk disimak. Seberapa kuat konsolidasi tersebut akan bertahan hingga hari pencoblosan, akan ditentukan oleh pergerakan masing-masing kandidat dan pilihan warga Sumberjaya di bilik suara. (Ccp) 

0 Komen